BIOLOGI DASAR MANUSIA
PROGRAM
STUDY DIII KEBIDANAN
NAMA
KELOMPOK :
Sekretariat : Jalan Besar Ijen No. 77 c Malang. 65112.
Telepon (0341) 557434
Website:www.poltekkes-malang.ac.id
Email:sipenmaru@poltekkes-malang.ac.id
DAFTAR
ISI
Halaman Judul....................................................................................................1
Daftar Isi..............................................................................................................2
BAB I Pendahuluan............................................................................................3
1.1 Latar
Belakang...................................................................................3
1.2 Tujuan.................................................................................................3
BAB II
Pembahasan...........................................................................................4
2.1
Organ Saluran Pencernaan...............................................................4
2.2
Organ Asesoris Saluran Pencernaan dan Sekresinya.....................8
2.3
Gerakan dan Sekresi Gastrointestinal............................................10
2.4
Pencernaan Secara Mekanis dan Enzimatika...............................11
2.5
Adsorbsi Zat
Makanan....................................................................13
2.6
Refleks Defekasi................................................................................15
BAB III
Penutup...............................................................................................16
3.1
Kesimpulan.......................................................................................16
3.2
Saran..................................................................................................16
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap
manusia memerlukan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan yang
kita makan akan diolah dan dicerna menjadi sumber energi untuk tubuh manusia.
Dalam pengelolaan makanan yang manusia makan semua itu diatur oleh sistem
pencernaan dalam tubuh manusia. Organ
pencernaan tersebut meliputi mulut(oris), tekak(faring), kerongkongan(esofagus),
lambung(ventrikulus), usus halus(intestinum minor), usus besar(intestinum
mayor), rektum, dan anus.
Proses
pencernaan pada manusia dibagi menjadi dua yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan
kimiawi. Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut yang memerlukan bantuan
lidah dan gigi. Sedangkan pada pencernaan kimiawi terjadi di rongga mulut,
lambung, dan usus yang memerlukan bantuan enzim.
Agar
makanan yang dicerna manusia dapat diserap dengan baik, maka alat sistem
pencernaan harus dalam keadaan sehat. Dan jika sistem pencernaan tidak bekerja
dengan baik maka akan mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan manusia
seperti munculnya berbagai penyakit dengan segala penyebab.
1.2
Tujuan
1. Untuk
mengetahui Organ Saluran Pencernaan
2. Untuk
mengetahui Organ Asesoris Saluran Pencernaan dan Sekresinya
3. Untuk
mengetahui Gerakan dan Sekresi Gastrointestinal
4. Untuk
mengetahui Pencernaan secara Mekanis dan Enzimatika
5. Untuk
mengetahui Adsorbsi Zat Makanan
6. Untuk
mengetahui Refleks Defekasi
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Pencernaan
adalah proses memperhalus makanan menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tubuh.
Fungsi organ pencernaan utama adalah mencerna makanan
untuk memberikan nutrisi bagi tubuh.
Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang
menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan
alur dari jalannya proses pencernaan.
Saluran pencernaan makanan pada manusia terdiri dari
beberapa organ, yaitu mulut (cavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung
(ventrikulus), usus halus (infestinum), usus besar (colon) dan anus.
Organ
– Organ Saluran Pencernaan
1.
Mulut
Mulut
disebut juga rongga mulut, dibentuk oleh otot pipi (samping), palatum mole dan
palatum durum (atas) dan lidah (dasar). Pintu masuk ke mulut dikelilingi oleh lipatan
daging yang disebut bibir. Di belakang bibir terdapat bumbungan maksila dan
mandibula, yang ditutupi oleh membran mukosa yang disebut gingiva atau gusi,
yang ditumbuhi gigi.
Bagian-bagian
dari mulut :
a. Gigi
Terdapat
dua jenis utama gigi :
§ Gigi
seri dan gigi taring
Gigi
seri dan gigi taring terentuk dengan tepi tajam untuk memotong dan menggigit.
§ Gigi
premolar (gigi geraham kecil) dan molar (gigi geraham)
Gigi ini memiliki
permukaan datar dan luas untuk menggiling dan mengunyah.
a) Palatum
Palatum durum (
langit-langit keras)
Terletak di depan akar mulut, dibentuk
oleh tulang maksila dan palatina.
Palatum mole (langit-langit lunak)
Terletak dibelakang mulut yang tersusun
atas otot.
b) Lidah
Lidah adalah struktur
otot besar yang terdapat di dasar mulut. Permukaan lidah dilapisi oleh epitel
bertingkat yang berisi tonjolan sangat kecil atau disebut papila. Kerja otot
lidah memungkinkan makanan dikunyah, dibentuk dan ditelan.
2.
Kelenjar saliva
Terdapat tiga pasang kelenjar eksokrin
campuran yang mengosongkan pembentukan enzim pencernaan kedalam mulut kelenjar
saliva tersebut adalah :
1. Kelenjar
paratoid terletak dibawah dan sedikit kedepan telinga
2. Kelenjar
submandibula terletak dibawah sudut rahang
3. Kelnjar
sublingual terletak diatas kelenjar submndibula
saliva
terbentuk dari sekresi campuran 6 kelenjar saliva dan kelenjar penyekresi mukus
kecil yang ditemukan tersebar sekitar mulut
fungsi saliva :
1. Melrutkan
makanan sehingga rasanya dapat itentukan
2. Mempertahankan
kelembapan mulut
3. Melumasi
makanan agar mudah ditelan
4. Untuk
memulai penguraian makanan secara kimiawi
3.
Faring
Dua bagian faring yaitu orofaring dan
laringo faring, berhubungan dengan saluran cerna. Makanan masuk melalui mulut
ke faring dan kemudian menuju esofagus sebagai proses yang kontinu. Dinding faringeal
mengandung otot polos, yang berperan dalam proses menelan.
Proses
menelan melibatkan mulut, faring dan esofagus :
·
Gerakan volunter (disadari)
·
Gerakan involunter (tak disadari)
·
Gerakan peristaltik
Mikrostruktur
Saluran Cerna
Organ saluran cerna dari
esofagus ke anus terdiri atas empat lapisan dasar :
o
Mukosa
Mukosa adalah lapisan
terdalam saluran cerna. Mengandung lapisan epitel yang disokong oleh jaringan
ikat dan lapian otot polos. Sel epitel mengandung sel penyekresi mukus.
o
Submukosa
Submukosa terdiri atas
jaringan ikat dan mengandung pembuluh darah saraf dan jaringan limfoid. Pleksus
saraf, pleksus meissner memiliki peran penting dalam mengendalikan pelepasan
sekresi lambung.
o
Lapisan otot
Tersusun atas dua
lapisan otot polos :
·
Serabut otot polos (lapisan dalam)
·
Sel longitudinal (lapisan luar)
o
Serosa
Serosa
adalah lapisan terluar saluran cerna. Terdiri atas jaringan ikat dan epitel.
4.
Esofagus
Esofagus
adalah tuba berotot berdinding tipis yang panjangnya sekitar 240 mm, berjalan
dari faring kebagian superior lambung.
Terdapat
dua sfingter dikedua ujung esofagus :
Bolus
makanan diangkut sepanjang esofagus oleh peristaltis.
5.
Lambung
Lambung
adalah bagian saluran cerna yang berbentuk J besar. Lambung berbatasan dengan
esofagus diatas dan duodenum dibawah.
Lambung
terdiri atas :
§ Fundus
§ Korpus
§ Pilorus
Sekresi
lambung seringkali disebut getah lambung, dihasilkan dalam lambung untuk
melanjutkan proses pencernaan.
Ketika
makanan masuk ke lambung, gelombang bauran yang lembut menguraikannya, dan
membaurkan dengan getah lambung dan menguranginya sehingga menjadi massa
semi-cair yang dikenal dengan kimus. Gerakan yang menyerupai gelombang ini
disebut peristaltis.
6.
Usus Halus
Usus
halus terletak ditengah rongga abdomen dan membuka ke usus besar. Sebagian
besar pencernaan dan absorbsi berlangsung diusus halus.
Usus
halus dibagi menjadi 3 yaitu :
v Duodenum,
yaitu bagian terpendek dari usus halus
v Yeyunum,
yaitu bagian tengah dari usus halus
v Ileum,
yaitu bagian ujung dari usus halus
7.
Usus Besar
Usus
besar terletak dari ileum kerektum dan panjangnya sekitar 1,5 m.
Usus
besar terdiri dari dua bagian :
ü Sekum
Sekum adalah bagian
usus besar yang berdilatasi dan berhubungan dengan kolon asendes.
ü Kolon
-
Kolon asendens
-
Kolon transfersum
-
Kolon desendens
-
Kolon sigmoid
8.
Rektum dan Anus
Sisa
saluran cerna terakhir yang panjangnya sekitar 200 mm terdiri atas bagian
berdilatasi, rektum, dan kanal pendek yang mengarah pada eksterior tubuh anus.
Defekasi
Rektum
normalnya kosong, namun gerakan massa kimus dalam kolon menggerakkan feses
masuk ke kolon. Distensi rektum merangsang resepetor regang pada dinding rektum
sehingga menghasilkan refleks defekasi. Sfingter internal berelaksasi, namun
bila sfingter eksternal dikendalikan secara volunter, refleks defekasi dapat
dihambat, sehingga feses ditahan kembali ke kolon sampai episode gerakan massa
berikutnya.
Ketika kendali volunter berlangsung
pada defekasi, sfingter eksternal relaks, dan tekanan intraabdomen meningkat
dari otot abdomen dan terjadi penurunan diafragma sehingga terjadi defekasi.
2.2 ORGAN ASESORIS SALURAN PENCERNAAN DAN
SEKRESINYA
A.
Organ Asesoris Saluran Pencernaan
Adalah
organ yang membantu pencernaan tetapi bukan bagian dari sistem pencernaan,
diantaranya adalah :
1. Lidah
Lidah
terlibat dalam manipulasi makanan selama pengunyahan dan dianggap sebagai organ
utama gustation (rasa). Lidah adalah organ hidrostatik otot yang terletak
dibagian bawah mulut pada manusia dan hewan lainnya. Lidah tidak hanya
berfungsi sebagai pembersih gigi secara alami, tetapi juga melayani tujuan
artikulasi fonetik untuk produksi suara pada manusia.
2. Kelenjar
Ludah (eksokrin)
Kelenjar
ludah terbagi menjadi 3 jenis kelenjar utama yang terdiri dari parotis,
submandibula dan sublingual bersama dengan ratusan kelenjar lain yang hadir
dalam rongga mulut. Sekresi yang dihasilkan oleh kelenjar parotis (kelenjar
terbesar dari kelenjar ludah) yang dikeluarkan kedalam mulut oleh kelenjar
ludah didekat gigi atas. Kelenjar submandibular dan sublingual terletak dibawah
rahang bawah dan dibawah lidah. Ludah yang disekresikan adalah campuran air
(sekitar 99,5%) dan zat lainnya (enzim, senyawa, antibakteri, lendir,
elikoprotein dan elektrolit {0,5%}). Hal ini sebenarnya karena sekresi organ
eksokrin merupakan fase pertama dari pencernaan yang terjadi dirongga mulut.
Misalnya pati amilase dipecah menjadi maltosa.
3. Pankreas
Pankreas
berperan penting dalam pencernaan serta sistem endokrin individu. Pankreas
terletak di hipokondrium kiri rongga perut. Pankreas terbagi menjadi 4 bagian
menonjol (kepala, leher, tubuh, dan ekor). Pankreas merupakan bagian dari
sistem endokrin yang mensintesis hormon glukagon, insulin, dan somatostatin.
Sebagai organ pencernaan, pankreas mnegeluarkan enzim pencernaan yang membantu
pencernaan dan penyerapan makanan dan nutrisi diusus kecil.
4. Hati
Hati
memiliki berat 1,7 kg. Hati merupakan internal terbesar dan organ terbesar kedua
ditubuh manusia. Hati terletak dibawah diafragma, berwarna coklat muda, lembut,
struktur segitiga terletak disisi kanan perut dan diatas kantong empedu. Fungsi
hati antara lain untuk detoksifikasi, sintesis protein plasma, produksi dan
ekskresi hormon dan zat biokimia lain dari sistem pencernaan.
5. Kandung
Empedu
Kandung
empedu berukuran sekitar 8x4 cm pada manusia dewasa. Fungsi utama kandung
empedu adalah untuk menyimpan empedu yang berasal dari hati. Empedu merupakan
zat yang membantu dalam pencernaan lemak. Lemak tidak larut dalam air, sehingga
untuk mengemulsi lemak menggunakan empedu. Hati memproduksi empedu dan kemudian
menyimpannya didalam kantung empedu hingga tubuh perlu mencerna lemak. Setelah
itu, kantung empedu mulai untuk membiarkan aliran empedu kedalam usus, didalam
duodenum, dimana lemak dicerna dengan bantuan dan kemudian diserap oleh
organisme.
B.
Sekresi
1. Sekresi
Saliva
Kelenjar
saliva yang utama yaitu kelenjar parotis submandibularis dan sublingualis.
Sekresi saliva normal harian berkisar 800-1500 mL. Saliva mengandung dua tipe
sekresi protein utama yaitu :
a. Sekresi
serosa yang mengandung ptialin
b. Sekresi
mukus yang mengandung musim untuk tujuan pelumasan dan perlindungan permukaan
2. Sekresi
Esofagus
Berkarakter mukus dan memberi fungsi
pelumasan untuk menelan.
3. Sekresi
Lambung
Sel kelenjar lambung
menyekresikan sekitar 2500 mL getah lambung setiap hari. Getah lambung ini
mengandung bermacam-macam zat. Asam hidroklorida yang disekresikan oleh
kelenjar dikorpus lambung membunuh sebagian besar bakteri yang masuk,
menghasilkan pH yang diperlukan pepsin untuk mencerna protein serta merangsang
aliran empedu.
4. Sekresi
Pankreas
Pankreas
merupakan kelanjar campuran yang besar yang kebanyakan struktur bagian dalamnya
hampir sama seperti kelenjar saliva. Enzim-enzim pencerna pankreas disekresikan
oleh asini pankreas dan sejumlah besar larutan natrium, bikarbonat disekresikan
oleh duktulus kecil dan duktus lebih besar yang berasal dari sini.
2.3 GERAKAN DAN SEKRESI GASTROINTESTINAL
Sistem gastrointestinal merupakan pintu gerbang masuknya
zat makanan, vitamin, mineral dan cairan kedalam tubuh. Protein, lemak dan
karbohidrat komplek diuraikan menjadi unit-unit yang dapat dicerna terutama
diusus halus. Hasil pencernaan vitamin mineral dan air menembus mukosa dan
masuk kedalam limfe atau darah. Beberapa mekanisme penyerapan sistem
gastrointestinal bergabung pada sifat intrinsik usus, berbagai reflek SSP, efek
parakrin mesengger kimiawi, dan hormon saluran cerna. Berbagai hormon tersebut
merupakan hormon humoral yang disekresi sel-sel dimukosadan diangkut kedalam
sirkulasi untuk memengaruhi fungsi lambung, usus, pankreas, dan kandung empedu.
(fisiologi kedokteran W.F.ganong)
Fungsi
gastrointestinal :
1.
Motorik (gerakan saluran cerna)
2.
Sekresi dan digesti (getah pencernaan
dan pencernaan makanan)
3.
Absorbsi
Jenis
gerakan :
1.
Gerakan proposif
(peristaltis/peristaltik)
Peristaltik
merupakan respon reflek yang timbul bila dinding saluran cerna teregang oleh
isi lumen, dan hal ini terjadi disemua bagian saluran cerna mulai esofagus
sampai rektum. Peregangan menimbulkan kontraksi sirkulasi dibelakang area
perangsangan dan daerah relaksasi didepannya. Gelombang kontraksi kemudian
bergerak dalam arah oral ke kaudal, dan mendorong isi lumen maju dengan
kecepatan berkisar dari 2-25 cm perdetik. Aktifitas peristaltik dapat meningkat
atau menurun melalui input autonom kesaluran cerna, tetapi kejadiannya tidak
bergantung pada persarafan ekstrintik. Ternyata, pergerakan maju isi usus tidak
dihambat oleh pengangkatan dan penyambungan kembali suatu segmen usus pada
tempat asalnya dan dihambat hanya bila segmen tersebut dibalik sebelum dijahit
kembali ketempat asalnya. Peristaltis merupakan contoh yang baik mengenai
aktifitas sistem persyarafan usus yang terintegrasi. Peregangan lokal tampaknya
menyebabkan pelepasan serotonin, yang mengaktifkan neuron sensorik yang
mengaktifkan pleksus mlenterikus. Neuron kolinergik yang berjalan dalam arah
retrogat dipleksus ini mengaktifkan neuron yang melepaskan substansi P dan
asetil kolin sehingga kontraksi otot polos terjadi. Pada saat yang sama, neuron
kolinergik yang berjalan dalam arah anterograt mengaktifkan neuron yang
mengeluarkan NO, VIP dan ATP sehingga terjadi relaksasi dibagian depan dari
rangsangan. (fisiologi kedokteran W.F.ganong)
2.
Gerakan segmental
Gerak
mencampur yang mempunyai isi usus terus menerus mencampur setiap saat. Pada
sebagian besar saluran pencernaan, gerak mencampur disebabkan oleh kontraksi
lokal segmen kecil dinding usus. Pergerakan ini mengalami modufukasi pada berbagai
bagian saluran pencernaan.
Sekresi
Dan Digesti
Karbohidrat yang terdapat dalam
makanan akan dicerna di cavum oris oleh enzim ptialin. Amilum yang merupakan
polisakarida akan diubah menjadi disakarida (maltosa laktosa sukrosa).
Pencernaan karbohidrat berikutnya terjadi diusus halus. Enzim maltase akan
mengubah maltosa menjadi monosakarida yaitu glukosa.
Protein yang terdapat dalam makanan
mengalami pencernaan pertama dilambung oleh enzim pepsin dan asam lambung.
Protein berubah menjadi bentuk sederhana yaitu pepton. Selanjutnya diusus halus
bagian atas enzim tripsin akan mengubah pepton menjadi polipeptida. Dengan
enzim peptidase, polipeptida akan diubah menjadi asam amino.
Pencernaan lemak yang pertama
terjadi diusus halus. Lemak akan diubah menjadi emulsi lemak oleh empedu.
Dengan enzim lipase emulsi tersebutpun disederhanakan menjadi asam lemak bebas
dan dua monogliserida.
2.4 PENCERNAAN SECARA MEKANIS DAN ENZIMATIKA
Pencernaan makanan pada manusia melibatkan dua proses
pencernaan yaitu secara mekanik dan kimiawi.
1. Pencernaan
secara Mekanis
Pencernaan secara
mekanis dilakukan melalui gerakan-gerakan seperti mengunyah, menelan,
menghancurkan, dan meremas makanan. Pencernaan ini bertujuan untuk membuat
ukuran makanan menjadi halus atau berukuran kecil-kecil sehingga mudah dicerna.
Gerakan mencerna
makanan secara mekanis seperti mengunyah hingga menelan yang terjadi dari
rongga mulut hingga usus disebut Gerak Peristaltik. Proses pencernaan makanan
secara mekanis terjadi pada;
a. Mulut
Pada mulut terjadi
proses mastiaksi atau mengunyah, motilitas mulut yang melibatkan pengirisan,
perobekan penggilingan, dan pencampuran makanan oleh gigi.
b. Tekak
(Faring) dan Kerongkongan(Esofagus)
Pada tekak(faring) dan
kerongkongan(esofagus) terjadi kegiatan menelan makanan, yaitu proses
memindahkan makanan dari mulut melalui esofagus hingga lambung.
Gumpalan makanan secara
sengaja di dorong oleh lidah menuju kerongkongan. Ketika masuk faring makanan
diarahkan ke esofagus dan dicegah
untuk masuk ke lubang-lubang lainnya yang berhubungan dengan faring . Saat
makanan mencapai esofagus makanan dicerna oleh tubuh yang dibantu dengan
gelombang peristaltik primer yang mendorong makanan ke lambung. Apabila makanan
sulit dicerna maka esofagus akan merenggang dan menimbulkan gelombang peristaltik
kedua dan makanan dikirim kelambung.
c. Lambung
(Ventrikulus)
Pada lambung makanan
disimpan dan dicampur. Di lambung terjadi refleks menerima makanan yang disebut
relaksasi reseptif yaitu lambug meningkatkan volume kapasitas menyimpan
makanan.
d. Usus
Halus (Intestinum Minor)
Di usus halus terjadi sesmentasi yaitu
mencampur dan mendorong makan yangtelah dicerna secara perlahan. Sesmentasi
terdiri dari kontraksi otot polos sirkular yang berulang dan berbentuk cincin
disepanjang usus halus.
e. Usus
Besar (Intestinum Mayor)
Setelah makanan selesai diolah di usus
halus, usus halus akan mengirim sisa makanan ke usus besar. Residu makanan yang telah selesai terolah akan dibuang. Di
usus besar terjadi gerakan masa mendorong residu makanan (tinja) ke rektum.
Reseptor regang di dinding rektum yang memicu refleks defekasi.
2. Pencernaan
secara Enzimatika
Pencernaan kimiawi
adalah pencernaan yang dilakukan melalui pencampuran mkanan dengan asam
lambung, mukus, dan pepsin, kemudian dihasilkan komponen karbohidrat, protein
dan lemak. Berikut ini adalah macam-macam enzim pencernaan dan funsinya;
a. Pada
Mulut
Enzim ptialin: mengubah amilum menjadi
maltosa
b. Pada
Lmabung
-
Enzim Pepsin: mengubah protein menjadi
pepton
-
Enzim renin : mengubah kaseinogen
menjadi protein susu dan mengendapkan kasein susu
-
Enzim Lipase gastrik: mengubah
trigliserida menjadi lemak
-
HCL/ asam klorida : membunuh bakteri
atau kuman dan mengaktifkan ppepsinogen menjadi pepsin
c. Pada
Pankreas
-
Enzim Amilase: mengubah amilum menjadi
maltosa dan glukosa
-
Enzim lipase steapsin: menngelmusikan
lemakmenjadi asam lemak dan gliserol
-
Enzim tripsin: mengubah protein menjadi
polipeptida/asam amino
d. Pada
Usus
-enzim Enterokinase: mengubah
tripsinogen menjadi tripsisn dalam pankreas
- enzim maltase: mengubah maltosa menjadi
glukosa
- enzim laktse: mengubah laktosa menjadi
glukosa dan galaktosa
-enzim sukrose: mengubah sukrosa menjadi
glukosa dan fruktosa
- enzim peptidase : mengubah
polipeptidase menajdi asam amino
-enzim lipase usus: mengubah lemak
menjadi asam lemak dan gliserol
- asam erepsin : mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam
amino
- enzim disakarase: mengubah disakarida menjadi mono
sakarida
2.5 ADSORPSI ZAT-ZAT MAKANAN
Prinsip dasar adsorpsi sel pencernaan
·
Dasar anatomi adsoprsi
Jumlah
total cairan yang harus diadsorpsi setiap hari sesuai dengan cairan yang
dimakan(sekitar 1,5 liter), getah sel pencernaan (-+ 7,5 liter). Sekitar 8-8,5
liter diadsorpsi dalam usus halus, 0,5-1 liter melalui katup ileosikalismasuk
kedalam kolon setiap hari.
·
Mekanisme dasar adsorpsi
Adsorpsi
melalui mukosa saluran pencernaan tejadi dengan transport aktif dan difusi.
ü Transpor
aktif memberikan energi untuk menggerakkan zat melintasi suatu membran. Zat ini
digerakkan melawan perbedaan konsentrasi atau melawan perbedaan konsentrasi
listrik.
ü Difusi
berarti transpot sederhana zat melalui membran sebagai akibat pergerakan
molekul mengikuti, bukan melawan erbedaan elektronika.
Adsorbsi dalam usus
halus
Dalam
keadaan normal, adsorpsi dalam usus halus setiap hari terdiri atas beratus-ratus
gram karbohidrat, kurang lebih seratus gramm atau lebih dari lemak, 50-100 gram
asam amino, 50-100gr ion, 8-9 liter air.
·
Adsorpsi air
Adsorpsi iosmotik air di transpor melalui membran usus
halus dengan proses difusi, difusi ini mengikuti hukum osmosis yang berlaku.
Transpor ini menurunkan tekanann osmotik, kimus,karena zzat yang larut
ditranspor aktif lumen usus kedalam darah.
·
Adsorpsi ion
Transpor
aktif natrium. Daya penggerak untuk adsorpsi natrium dari dalam epitel melalui
dinding samping sel tersebut. Masuk ke ruang intersel.
Adsorpsi zat gizi
·
Adsorpsi karbohidrat
Diadsorpsi
dalam bentuk monosakarida dan sebagian kecil disakarida. Monosakaridapaling
banyak diadsorpsi adalah glukosa, mencakup 80% kalori karbohidrat, 20%
galaktosa. Semua diserap melalui transpor aktif.
·
Adsorpsi protein
Diserap
melalui membran sel epitel. Usus dalam bentuk dipeptida, tripeptida, dan
beberapa asam amino bebas.
·
Adsorpsi lemak
Dicerna
membentuk monogliserin dan asam lemak bebas.
Larut dalam gugus pusat lipid dari asam empedu.sejumlah kecil
trigliserida dan diglesakarida diadsorpsi secara normal kemudian diambil oleh
retikulum endoplasma dan direkombinasi untuk membentuk trigliserida.
Adsorpsi dalam usus besar
Sekitar 50ml kimussecara normal melalui katup
ileosekal kedalam usu besar setiap harri. Sebagian besar adsorpsi dalam usus
besar terjadi pada setengah promaksimal kolon sehingga dinamakan kolon
adsorpsi. Sedangkan kolon distal dinamakan kolon penyimpanan kerja bakteri pada
kolon untuk mempertahankan koagulasi darah yang adekuat. Warna feses coklat
disebabkan sterkolbilin dan urabilin, yang memberikan bau adalah indol, skatol,merkaptan, dan hidrogen sulfida.
2.6 REFLEKS DEFEKASI
Defekasi/degesti
adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga bakteri, dalam
bentuk feses dari saluran pncernaan.
Reflek defekasi
Bila
masuk rektum maka peregangan dinding rektum menimbulkan sinyal-sinyal eferen
yang menyebar elalui fleksusmienterirus untuk menimbulkan gelombang peristaltik
dalam kolon desendens, sigmoid, dan rektum yang mendorong feses kearah anus.
Agar menjadi efektif dalam menimbulkan deferasi, refleks-refleks parasimpatis
melibatkan segmen sakral medula spinalis memperkuat gelombang peristaltik dan
merelaksasi sfingter ani internus sehingga menimbulkan proses defekasi yang
kuat dan pengosongan usus besar. Bila keadaan memungkinkan untuk defekasi,
kadang-kadang dapat ditimbulkan dengan menarik nafas dalam untuk menggerakkan
diagfragma turun kebawah dan mengintraksi oto-otot abdomenuntuk meingkatkan tekanan
dalam abdomen.
Pencernaan
adalah proses memperhalus makanan menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tubuh.
Fungsi
organ pencernaan utama adalah mencerna makanan untuk memberikan nutrisi bagi
tubuh.
Saluran
pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan
mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan alur dari jalannya proses
pencernaan.
Saluran
pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, yaitu : mulut
(cavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus
(infestinum), usus besar (colon), anus.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Manusia memiliki sistem
organ yang berperan melaksanakan tugas masing-masing untuk proses kehidupan.
Sistem organ pada manusia selalu berkoordinasi dalam melaksanakan tugasnya. Hal
ini sangat berkaitan mengingat jika salah satu sistem organ tidak bekerja maka
kegiatan sistem organ lain juga akan terganggu. Salah satu sistem organ yang
berperan penting dalam kehidupan manusia adalah sistem pencernaan. Individu
selalu memerlukan makanan untuk menambah dan menjaga energi mereka untuk proses
kehidupan. Tanpa makanan maka individu tidak akan mendapatkan energi yang cukup
untuk melaksanakan kegiatan. Sistem pencernaan sangat berperan penting dalam
melakukan proses penyerapan sari-sari makanan dan mengubahnya menjadi energi.
Jika manusia mengonsumsi makanan yang tidak memiliki gizi yang cukup maka hal
ini akan berdampak pada kinerja sistem pencernaan. Apabila kinerja sistem
pencernaan sudah terganggu maka kinerja sistem organ yang lain juga akan
terganggu. Oleh sebab itu kita sebagai makhluk yang sempurna harus bersyukur
dan menjaga nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan dengan menjaga pola hidup
sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, olahraga dan melakukan
aktifitas positif lainnya.
3.2
Saran
Makalah ini dibuat
untuk tujuan pembelajaran dan kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi
penulis dan pembaca. Tiada makhluk yang sempurna didunia ini, oleh sebab itu
kami segenap tim penyusun makalah ini sangat terbuka lebar dalam menerima saran
apapun dari pembaca agar dapat menjadi pembelajaran yang baik untuk kedepannya.
Kami juga memohon maaf kepada pembaca apabila ada yang kurang berkenan dengan
makalah yang kami buat. Trimakasih.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar